KUNINGAN || WARTAJABAR.COM — Ratusan warga RT 017 RW 003, Desa Jalaksana, Kabupaten Kuningan, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di halaman Mushola Darul Muttaqin, Selasa (8/9/2026) malam.
Mengusung tema “Mencintai Nabi, Meneladani Akhlaqnya”, kegiatan tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 19.30 WIB selepas salat Isya. Peringatan diselenggarakan Dewan Kemakmuran Langgar (DKL), pemuda, tokoh masyarakat, serta warga RT 017.
Kepala Desa Jalaksana H. Juhana, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua MUI Desa Jalaksana Ustaz Tatang Ruspandi, M.Pd., Ketua DKL Kiai Dirja beserta jajaran, para tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga dari berbagai kelompok usia.
Sejak sebelum acara dimulai, halaman Mushola Darul Muttaqin telah dipenuhi masyarakat. Anak-anak, pemuda, orang tua, hingga kaum perempuan dan laki-laki tampak berbaur mengikuti rangkaian kegiatan.
Keterlibatan generasi muda juga terlihat melalui penampilan Hadroh yang dibawakan anak-anak dari Pondok Pesantren Al Manar yang berada di lingkungan RT 017. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang turut menciptakan suasana religius sekaligus hangat.
Acara dipandu MC Rafi dan berlangsung secara tertib. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, pembacaan hadoroh, tausiah, asyroqol, doa, hingga penutupan.
Dalam tausiyahnya, KH. Udin Sirojudin mengajak jamaah untuk memaknai kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut pesan yang disampaikan, mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau, antara lain melalui kesabaran, kepedulian, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama.
“Melalui peringatan Maulid Nabi, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat,” demikian inti pesan tausiah yang disampaikan.
Kepala Desa Apresiasi Swadaya Warga
Dalam sambutannya, Kepala Desa Jalaksana H. Juhana menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat RT 017 dalam menjaga kebersamaan melalui kegiatan keagamaan maupun pembangunan lingkungan.
Ia mengungkapkan rasa bangganya karena masyarakat RT 017 mampu menyelesaikan perbaikan jalan lingkungan dengan mengandalkan dana swadaya masyarakat.
Menurut H. Juhana, seluruh jalan di lingkungan RT 017 saat ini telah selesai diperbaiki. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian warga dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Selain persoalan pembangunan, Kepala Desa juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap kondisi lingkungan, termasuk potensi bencana, angin kencang, maupun kejadian kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tradisi Lima Bingkisan Jadi Simbol Kebersamaan
Ada hal menarik dalam pelaksanaan Maulid Nabi di lingkungan RT 017. Kegiatan tersebut tidak dibebankan melalui pungutan biaya khusus kepada warga. Pelaksanaan mengandalkan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Salah satu bentuk partisipasi itu diwujudkan melalui tradisi bingkisan atau berkat. Setiap rumah secara sukarela menyiapkan sekitar lima bingkisan untuk dikumpulkan dan kemudian dibagikan kepada warga yang menghadiri kegiatan Maulid Nabi.
Tradisi tersebut bukan sekadar pelengkap acara. Bingkisan menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi yang tumbuh dari masyarakat untuk masyarakat.
Konsep sederhana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial. Warga tidak hanya berkumpul untuk mengikuti tausiah, tetapi juga saling berbagi dan bersilaturahmi.
Peringatan Maulid digelar secara sederhana dengan memanfaatkan halaman Mushola Darul Muttaqin serta halaman rumah warga di sekitar lokasi. Meski tidak dihiasi dekorasi secara berlebihan, suasana kekeluargaan dan kebersamaan tetap terasa sepanjang kegiatan.
Ketua DKL Kiai Dirja menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pemuda, tokoh masyarakat, serta warga yang telah berpartisipasi sejak persiapan hingga pelaksanaan.
Ia mengapresiasi kekompakan seluruh pihak sehingga Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat berlangsung dengan lancar dan tertib.
Bagi warga RT 017, Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keagamaan, sekaligus menjaga tradisi gotong royong yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui tema “Mencintai Nabi, Meneladani Akhlaqnya”, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan mampu menjadi pengingat agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesederhanaan pelaksanaannya, tradisi lima bingkisan dan semangat swadaya warga menjadi gambaran bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
**DEDI. J











