PURWAKARTA || WARTAJABAR.COM — Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SDN 7 Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, menggelar rangkaian perlombaan keagamaan yang melibatkan seluruh peserta didik, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Menjadi Generasi Qur’ani”. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembinaan karakter sekaligus wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, keberanian, kreativitas, dan sportivitas.
Rangkaian perlombaan dibagi berdasarkan tiga fase pembelajaran sesuai jenjang yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Fase A diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, sedangkan Fase C bagi siswa kelas 5 dan 6.
Sedikitnya terdapat tujuh cabang perlombaan keagamaan yang diikuti para siswa, yakni hafalan surat pendek, hafalan doa sehari-hari, adzan, sholawat, puisi Islami, kaligrafi, serta Pildacil (Pidato Cilik).
Untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas penilaian, pihak sekolah menghadirkan dewan juri dari luar sekolah. Para juri berasal dari kalangan guru Pendidikan Agama Islam yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang perlombaan.
Ketua Panitia Pelaksana, Euis Rosmiati, S.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi lebih jauh sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penanaman kecintaan terhadap Rasulullah SAW.
“Alhamdulillah, kegiatan Maulid tahun ini kami kemas dengan berbagai lomba keagamaan. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya tahu sejarah kelahiran Nabi, tetapi juga mau meneladani akhlaknya.
Dengan menghadirkan juri dari luar, kami ingin anak-anak terbiasa dinilai secara profesional dan sportif,” ujar Euis di sela kegiatan.
Antusiasme peserta didik terlihat sejak pagi. Para siswa tampil dengan busana muslim terbaik, seperti peci, jilbab, dan baju koko. Sejumlah orang tua juga hadir memberikan dukungan kepada anak-anak mereka selama mengikuti perlombaan.
Kepala SDN 7 Ciseureuh, Waluya Permana, S.Pd, mengapresiasi kerja keras panitia, guru, serta dukungan para wali murid sehingga kegiatan dapat berlangsung meriah dan tertib.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak terhadap perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Memperingati Maulid itu wajib, tetapi yang lebih penting adalah meneladaninya. Lewat lomba adzan, sholawat, dan Pildacil ini kami ingin menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah dan Al-Qur’an sejak dini. Semoga dari SDN 7 Ciseureuh ini lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan menjadi kebanggaan orang tua serta bangsa,” kata Waluya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan serupa diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan sekolah dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat tertanam kuat di hati para peserta didik SDN 7 Ciseureuh,” tambahnya.
Sementara itu, Isti Diansyah, M.Pd, selaku Pengawas Bina SDN 7 Ciseureuh, mengapresiasi pelaksanaan peringatan Maulid Nabi yang dikemas melalui berbagai perlombaan.
Menurut Isti, konsep tersebut memberikan ruang yang lebih besar kepada peserta didik untuk terlibat langsung, sehingga peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
“Yang membedakan peringatan Maulid di SDN 7 Ciseureuh dengan sekolah lain adalah keterlibatan langsung siswa dalam seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama melalui tujuh cabang lomba keagamaan,” ujar Isti di hadapan siswa, guru, dan wali murid.
Lebih lanjut, Isti menjelaskan bahwa tujuh cabang lomba tersebut memiliki nilai pembelajaran yang saling berkaitan. Siswa dilatih mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun kebiasaan positif melalui kegiatan keagamaan.
“Melalui lomba hafalan surat pendek, hafalan doa sehari-hari, adzan, sholawat, puisi Islami, kaligrafi, hingga Pildacil, siswa tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dilatih tiga hal penting sekaligus,” jelasnya.
Ia menuturkan, siswa belajar ilmu melalui hafalan Al-Qur’an dan doa, belajar mengamalkan nilai keagamaan melalui latihan adzan dan bersholawat, serta belajar membangun akhlak dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Ini merupakan implementasi nyata dari dimensi ‘Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia’ dalam Profil Pelajar Pancasila,” pungkas Isti.
Melalui kegiatan tersebut, SDN 7 Ciseureuh berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada perlombaan, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter dan membentuk peserta didik yang berprestasi, percaya diri, religius, serta memiliki akhlak mulia.
**ANDI/RG











