KOTA CIMAHI || WARTAJABAR.COM – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) terus mendorong pengembangan Kampung Adat Cireundeu sebagai destinasi budaya unggulan yang mengintegrasikan pelestarian tradisi dengan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastian, mengatakan Kampung Adat Cireundeu diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan kampung berbasis ketahanan pangan yang dipadukan dengan konsep pariwisata edukatif. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Cireundeu sebagai destinasi budaya sekaligus pusat pembelajaran kearifan lokal di Indonesia.
“Pemerintah Kota Cimahi akan terus memperkuat pelestarian budaya yang selama puluhan tahun dijaga oleh masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Nilai budaya yang berpadu dengan kemandirian pangan menjadi modal utama dalam mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata edukatif,” ujar Dani Bastian saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, Kampung Adat Cireundeu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni keberhasilan masyarakat mempertahankan budaya mengonsumsi rasi atau beras singkong sebagai pangan pokok alternatif. Tradisi tersebut bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.
Dani menjelaskan, kekuatan utama Kampung Adat Cireundeu bukan hanya terletak pada konsistensi masyarakat dalam melestarikan tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga pada keberhasilan mereka menjaga sistem pangan lokal yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.
“Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar ditetapkannya tradisi konsumsi rasi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” katanya.
Selain dikenal sebagai destinasi wisata budaya, Kampung Adat Cireundeu juga semakin sering menjadi lokasi penelitian bagi akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Kawasan ini dinilai mampu menunjukkan bahwa pelestarian budaya, penguatan ketahanan pangan, dan kehidupan masyarakat modern dapat berjalan berdampingan.
Menurut Dani, kondisi tersebut menjadikan Kampung Adat Cireundeu layak dijadikan model pengembangan kampung berbasis budaya yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
“Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata edukatif agar memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun kalangan akademisi,” pungkasnya.
*FAJAR











