KUNINGAN || WARTAJABAR.COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan secara berkelanjutan, seiring momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober. Hal itu disampaikannya pada Rabu (30/9/2026).
Menurut Carlan, yang akrab disapa Elon, meningkatnya kembali kegiatan Cerdas Cermat 4 Pilar menjadi salah satu langkah positif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik.
Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman pelajar terhadap empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Generasi muda saat ini tumbuh dalam situasi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pemahaman terhadap fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara perlu terus ditanamkan,” ujar Carlan.
Ia mengapresiasi berbagai pihak yang terus menginisiasi kegiatan penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan, mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs.
Menurutnya, keterlibatan guru dalam proses tersebut memiliki peran penting. Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Carlan juga menekankan bahwa hakikat pendidikan tidak semata-mata mengejar prestasi akademik maupun keberhasilan secara materi. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi sarana untuk meningkatkan derajat dan martabat manusia melalui ilmu pengetahuan serta pembentukan karakter.
Ia menjelaskan, proses pendidikan membutuhkan dukungan dari tiga lingkungan utama, yaitu pendidikan informal di keluarga, pendidikan nonformal di masyarakat, dan pendidikan formal di sekolah.
“Ketiganya merupakan satu kesatuan. Pendidikan di sekolah tidak akan optimal tanpa dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Terkait predikat Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan, Carlan menyebut hal tersebut harus menjadi pemantik semangat untuk terus menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas strategis pembangunan daerah.
Pembangunan pendidikan, lanjutnya, tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga harus diarahkan pada pembentukan manusia secara utuh.
Carlan mengingatkan bahwa amanat konstitusi menempatkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai salah satu tujuan utama pendidikan. Karena itu, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial.
Dengan penguatan wawasan kebangsaan yang dilakukan secara berkelanjutan, ia berharap pelajar di Kabupaten Kuningan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
**DEDI.J











