KUNINGAN || WARTAJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Aria Kamuning, Lantai 3 Gedung Setda Kabupaten Kuningan, Kamis (16/7/2026).
Rakerda yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 ini dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, kepala puskesmas, hingga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kabupaten Kuningan.
Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dijalankan oleh satu perangkat daerah saja. Menurutnya, persoalan kependudukan, kesehatan, pendidikan, stunting, hingga ketahanan keluarga saling berkaitan sehingga membutuhkan kolaborasi yang kuat lintas sektor.
Ia mengatakan, keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah saat ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas program melalui sinergi antarlembaga.
“Yang harus berubah bukan hanya programnya, tetapi cara berpikir dan cara kita berkolaborasi. Dengan anggaran yang semakin terbatas, tidak ada pilihan selain memperkuat sinergi lintas sektor agar setiap program lebih efektif dan berdampak,” tegas Bupati Dian.
Menurutnya, pembangunan kependudukan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah karena kualitas sumber daya manusia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang dibangun sejak dini.
Ia juga menegaskan bahwa program keluarga berencana saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi lebih diarahkan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas sehingga bonus demografi dapat menjadi kekuatan pembangunan.
“Program keluarga berencana harus disusun secara proporsional. Tujuannya bukan sekadar mengendalikan jumlah penduduk, tetapi membangun keluarga yang berkualitas agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan pembangunan,” ujarnya.
Bupati Dian turut menyinggung fenomena penurunan angka kelahiran yang terjadi di sejumlah negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting agar kebijakan kependudukan di Indonesia dirancang secara seimbang, berorientasi jangka panjang, dan mampu mengantisipasi tantangan demografi di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, H. Apip Ropi’i, menjelaskan bahwa Rakerda Bangga Kencana Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Keberangkatan dalam Mewujudkan Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.”
Adapun peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir”, yang diwujudkan melalui dua gerakan, yakni Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS). Di Kabupaten Kuningan, implementasi kedua program tersebut diperkuat melalui surat edaran Bupati.
Menurut Apip, pembangunan keluarga kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga diperlukan strategi yang terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan. Fokus program meliputi peningkatan kualitas data kependudukan, perluasan akses pelayanan keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, penguatan Kampung Keluarga Berkualitas, serta peningkatan kualitas remaja dan ketahanan keluarga.
“Melalui Rakerda ini kami berharap lahir kebijakan dan strategi tindak lanjut yang mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga di Kabupaten Kuningan sehingga seluruh program berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Apip.
Dalam kesempatan tersebut, DPPKBP3A Kabupaten Kuningan juga memperkenalkan sejumlah inovasi untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting. Salah satunya adalah program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui penyediaan menu makanan bergizi sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Saat ini, sebanyak 370 dapur sehat telah tersedia di berbagai desa di Kabupaten Kuningan sebagai pendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Ke depan, program tersebut akan dikolaborasikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar manfaatnya semakin optimal.
Selain itu, DPPKBP3A juga memperkenalkan inovasi “Nasi Hijau”, yakni olahan nasi yang diperkaya daun kelor sebagai alternatif pangan bergizi untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Menutup arahannya, Bupati Dian meminta seluruh hasil Rakerda tidak berhenti pada tataran perencanaan atau kegiatan seremonial semata, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Rakerda ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial atau dokumen di atas kertas. Saya ingin ada kerja nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Rakerda Bangga Kencana Tahun 2026, Pemkab Kuningan kembali menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat pembangunan manusia. Penguatan kualitas keluarga melalui kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Kabupaten Kuningan yang sejahtera serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
*Dedi J











