WARTAJABAR.COM – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan model pembelajaran berbasis Design Thinking–Low Carbon Education untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang aksi iklim (Climate Action).
Model pembelajaran tersebut dirancang untuk mengintegrasikan isu keberlanjutan lingkungan dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengurangan emisi karbon serta dampak perubahan iklim.
Dalam kolaborasi riset tersebut, UPI bertindak sebagai perguruan tinggi pengampu dengan Ketua Tim Peneliti Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., sementara UM menjadi perguruan tinggi mitra yang dipimpin Prof. Dr. Lia Yuliati, M.Pd.

UPI mengembangkan kerangka pembelajaran berbasis Design Thinking yang dipadukan dengan prinsip Low Carbon Education. Pendekatan tersebut bertujuan mendorong mahasiswa berpikir kritis sekaligus menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lingkungan.
Ketua Tim Peneliti UPI Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., mengatakan integrasi kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk pola pikir kritis mahasiswa serta memperkuat kepedulian terhadap krisis iklim.
“Integrasi Design Thinking dan Low Carbon Education bertujuan membentuk pola pikir kritis sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap krisis iklim,” ujar Ida.

Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan target SDGs poin 13 karena pengurangan emisi karbon menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi perubahan iklim.
“Penurunan emisi karbon menjadi salah satu kunci dalam menghadapi perubahan iklim,” katanya.
Ia menjelaskan, riset tersebut merupakan bagian dari Riset Kolaborasi LPTK Indonesia (RKLI) bertema “Pengembangan Model Pembelajaran Design Thinking–Low Carbon Education untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kesadaran Keberlanjutan Mahasiswa.”
Model pembelajaran itu diterapkan melalui lima tahapan, yakni Empathize, Design, Ideate, Prototype, serta Test and Reflect.
Tahapan tersebut mendorong mahasiswa memahami persoalan lingkungan, menyusun gagasan, hingga menghasilkan prototipe solusi berbasis keberlanjutan.
Hasil implementasi riset ditampilkan dalam Pameran Prototipe Produk Mahasiswa yang digelar Kamis, 22 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memamerkan sejumlah inovasi berbasis energi terbarukan untuk mendukung pengurangan emisi karbon.
Beberapa inovasi yang ditampilkan antara lain kapal listrik bertenaga sel surya sebagai moda transportasi air ramah lingkungan, bus listrik berbasis energi surya untuk transportasi publik rendah emisi, serta sistem charging tenaga surya sebagai stasiun pengisian daya mandiri berbasis energi bersih.
Kolaborasi UPI dan UM melalui riset tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang inovatif, berpikir kritis, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan dan tantangan perubahan iklim.
Asep Saefullah










