PURWAKARTA || WARTAJABAR.COM – Polres Purwakarta mengawal jalannya penutupan Turnamen Bupati Cup Ngadu Langlayangan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 di kawasan PT Multi Optimal Sentosa (MOS)/Jatiluhur Industrial Smart City (JISC), Desa Babakancikao, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dan masyarakat tersebut berlangsung meriah sekaligus menjadi puncak rangkaian kompetisi ngadu langlayangan yang diikuti para pegiat layang-layang dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang telah berkembang di tengah masyarakat.
Penutupan turnamen dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, panitia, peserta, serta tamu undangan.
Dari jajaran Polres Purwakarta, Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya diwakili Kasat Intelkam AKP Agus Maryadi sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan masyarakat yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Rangkaian acara ditutup dengan pertandingan semifinal, laga hiburan masyarakat, serta penyerahan hadiah kepada para juara. Tim Denpaser Bandung berhasil meraih juara pertama, disusul Oboy Denpaser Bandung di posisi kedua, Sapana Subang di peringkat ketiga, dan Oblit Blayer Bandung sebagai juara keempat.
Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengatakan kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Purwakarta untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian tradisi dan budaya masyarakat.
“Turnamen ngadu langlayangan merupakan salah satu tradisi yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Purwakarta. Polres Purwakarta hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang hadir,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia menegaskan, Polres Purwakarta mendukung berbagai kegiatan budaya selama penyelenggaraannya tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan.
Menurut IPTU Tini, masyarakat juga diimbau agar menerbangkan layang-layang di lokasi yang aman, jauh dari jaringan listrik, jalan raya, maupun area yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan benang gelasan maupun benang yang dilapisi bahan berbahaya karena dapat membahayakan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menerbangkan layang-layang di lokasi yang aman dan tidak menggunakan benang yang dapat membahayakan keselamatan orang lain. Melestarikan tradisi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan bersama,” tegasnya.
IPTU Tini menambahkan, menjaga keselamatan saat bermain layang-layang merupakan tanggung jawab bersama. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun akan memberikan nilai positif apabila dilaksanakan secara tertib, bertanggung jawab, dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Melalui momentum Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58, Polres Purwakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif.
**Andi











