KOTABARU, KARAWANG || WARTAJABAR.COM – Suasana Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) Dusun.Sukaseuri 1, RT 11/RW 05, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, tampak lebih semarak saat warga menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia Sepak Bola. pada Senin (20/7/2026) dini hari. Meski dibalut nuansa hiburan, kegiatan tersebut tetap mengedepankan pelaksanaan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Inisiatif yang digagas pengurus RT bersama warga ini menjadi cara baru menghidupkan kembali aktivitas ronda malam. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga berhasil meningkatkan kehadiran warga di Poskamling sehingga koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan semakin optimal.
Ketua RT 11, Agus, mengatakan bahwa nobar bukan sekadar hiburan, melainkan strategi untuk membangun kembali budaya ronda dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
“Kami ingin Poskamling selalu hidup. Momentum Piala Dunia kami manfaatkan agar warga lebih antusias datang ke pos ronda. Namun yang terpenting, tugas ronda tetap berjalan sehingga keamanan lingkungan tetap menjadi prioritas,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, selama pertandingan berlangsung petugas ronda bersama warga tetap melaksanakan patroli secara bergantian di setiap titik lingkungan. Dengan pola tersebut, pengawasan keamanan tetap berjalan tanpa mengurangi kebersamaan warga yang menikmati pertandingan.
Menurut Agus, Poskamling tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjaga, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antarwarga. Dari tempat itu, berbagai persoalan lingkungan dapat dibahas bersama sehingga tercipta solusi melalui semangat gotong royong.
Sementara itu, Ketua RW 05, Rukman, mengapresiasi kekompakan warga RT 11 yang mampu memadukan kegiatan hiburan dengan penguatan Siskamling.
“Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tugas pengurus RT atau petugas ronda, tetapi tanggung jawab seluruh warga. Melalui kebersamaan seperti ini, komunikasi antarwarga semakin erat, rasa peduli semakin tumbuh, dan budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan dapat terus dipertahankan,” ungkap Rukman.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi lingkungan lainnya. Menurutnya, Poskamling harus terus dihidupkan sebagai pusat kebersamaan masyarakat, tempat membangun solidaritas, menyelesaikan persoalan lingkungan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menjaga situasi kamtibmas.
Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai ronda malam tidak lagi identik dengan suasana sepi dan monoton, tetapi dapat dikemas lebih menarik melalui kegiatan yang tetap memiliki nilai kebersamaan, edukasi, dan kepedulian sosial tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.
Penulis: Parlin











