KARAWANG || WARTAJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi meluncurkan program Modul Belajar Siswa Gratis bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri se-Kabupaten Karawang. Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, di Aula Husni Hamid, Kamis (23/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Karawang.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus menjawab keluhan para orang tua terkait tingginya biaya pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) yang selama ini menjadi kebutuhan setiap awal semester.
“Hari ini Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan hadiah kepada seluruh anak SD dan SMP negeri di Kabupaten Karawang serta para orang tua melalui pemberian LKS atau Modul Belajar Siswa secara gratis,” ujar Bupati Aep.
Ia menjelaskan, program tersebut mulai direalisasikan pada Tahun Ajaran 2026 dan akan didistribusikan setiap semester. Untuk jenjang SMP, setiap siswa akan menerima modul pembelajaran untuk 12 mata pelajaran, sedangkan siswa SD pada tahap awal akan memperoleh lima modul dari total sembilan mata pelajaran.
“Untuk SMP ada 12 mata pelajaran, sedangkan SD saat ini baru lima dari sembilan mata pelajaran. Insyaallah ke depan akan kami lengkapi,” katanya.
Menurut Aep, peluncuran Modul Belajar Siswa Gratis ini merupakan yang pertama dilakukan di Kabupaten Karawang, bahkan diyakini menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang menggratiskan modul pembelajaran bagi siswa melalui anggaran pemerintah daerah.
Program tersebut didukung alokasi anggaran hampir Rp7 miliar dengan kualitas modul yang telah disiapkan sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.
“Anggarannya hampir Rp7 miliar untuk modul belajar siswa dengan kualitas yang baik. Mungkin ini yang pertama di Kabupaten Karawang, bahkan bisa jadi di Indonesia. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.
Bupati Aep berharap kebijakan tersebut tidak hanya mampu mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua, tetapi juga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
Ia menegaskan, investasi di sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi mewujudkan Karawang Maju dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
**Raymond










