KUBU RAYA, KALBAR || WARTAJABAR.COM — Kasus penyakit diare di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengalami peningkatan di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, sebanyak 363 kasus baru diare tercatat dalam periode 1 hingga 8 September 2026. Angka tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang menyebabkan sumber air warga mengalami penyusutan dan berpotensi memengaruhi kualitas air.
Pemerintah daerah telah melakukan upaya penyaluran bantuan air bersih. Namun, kebutuhan masyarakat dinilai masih perlu mendapat perhatian, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan dan keamanan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPC LSM MAUNG Kabupaten Kubu Raya. Ketua DPC MAUNG Kubu Raya, Zulkifli, meminta pemerintah daerah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga menyiapkan langkah yang lebih terencana untuk mengantisipasi persoalan serupa.
“Angka 363 kasus dalam waktu singkat ini adalah sinyal bahaya yang nyata. Penyakit ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan akibat susahnya warga mendapatkan air bersih dan lingkungan yang kurang terjaga di tengah musim kering. Kami mendesak
Bupati Kubu Raya segera menanganinya dengan cepat, tepat, dan tuntas. Jangan hanya berhenti pada imbauan saja, tapi berikan solusi nyata sampai ke pelosok desa,” tegas Zulkifli, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Zulkifli, pemerintah perlu memastikan distribusi air bersih dilakukan secara merata dan berkelanjutan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan.
Ia juga mendorong perbaikan sarana sumber air masyarakat, pencarian sumber air alternatif, serta pemeriksaan kualitas air secara berkala untuk memastikan air yang digunakan warga memenuhi aspek keamanan dan kesehatan.
Selain persoalan air bersih dan diare, Zulkifli meminta pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
“Pertama, pastikan pasokan air bersih terdistribusi merata dan teratur. Perbaiki sumur-sumur umum, cari sumber cadangan air, dan periksa kualitasnya secara berkala agar aman dipakai. Kedua, berikan pemahaman kepada warga cara mengolah dan menyimpan air agar tidak mudah terkontaminasi. Ketiga, perkuat pelayanan kesehatan di desa agar warga tidak kesulitan berobat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi karhutla, lanjut Zulkifli, pemerintah perlu memperkuat posko pengawasan, menyiapkan pasokan air di wilayah rawan serta meningkatkan sosialisasi dan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan.
“Kepada masyarakat, kami mengimbau agar menghindari aktivitas yang dapat memicu api, menggunakan pelindung diri ketika asap tebal dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran,” katanya.
Zulkifli menilai persoalan air bersih, kesehatan masyarakat dan ancaman karhutla perlu ditangani secara terpadu. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki perencanaan jangka panjang sehingga persoalan yang muncul setiap musim kemarau tidak selalu diselesaikan melalui langkah darurat.
“Air bersih dan lingkungan aman adalah hak setiap warga. Jika masalah yang sama terus berulang tanpa solusi permanen, berarti masih ada yang kurang dalam pengelolaan. Kami di MAUNG Kubu Raya akan terus mengawasi dan mendesak agar perubahan nyata segera terwujud demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
DPC MAUNG Kubu Raya berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya segera melakukan evaluasi terhadap kondisi ketersediaan air bersih, pelayanan kesehatan masyarakat serta kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Langkah tersebut dinilai penting agar peningkatan kasus penyakit dan persoalan lingkungan selama musim kemarau dapat ditekan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Penulis: TIM MAUNG | Publisher: TIM/RED











