KOTA CIMAHI || WARTAJABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar malam ramah tamah bersama anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Cimahi, Senin (17/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cimahi Techno Park, Jalan Baros No. 78, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkot Cimahi kepada para anggota Paskibraka yang telah sukses menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dan diawali dengan prosesi penyerahan serta pengembalian kembali bendera Merah Putih. Setelah prosesi berlangsung khidmat, suasana malam ramah tamah kemudian berubah menjadi hangat dan penuh keakraban.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, Asisten I Hendra Gunawan, Asisten II Achnad Nuryana, Asisten III Mochamad Ronny, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), orang tua anggota Paskibraka, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Adhitia Yudisthira menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan, ketangguhan, dan jiwa patriotisme yang ditunjukkan para anggota Paskibraka sejak mengikuti proses seleksi hingga menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Pada hari ini saya bangga dan terharu. Ternyata Kota Cimahi tidak kekurangan anak muda patriotik,” ujar Adhitia di hadapan anggota Paskibraka dan para tamu undangan.
Ia mengakui proses yang dijalani para anggota Paskibraka tidak mudah. Sejak mengikuti seleksi pada Juni 2026, mereka harus menjalani berbagai tahapan tes, pemusatan latihan hingga tinggal di asrama.
“Kalau berbicara capek, tentu capek. Adik-adik semua pasti capek. Digembleng melalui tes sejak bulan Juni, tidur di asrama, lalu dilatih oleh para pelatih,” katanya.
Namun, menurut Adhitia, rasa lelah tersebut tidak sebanding dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Karena itu, tugas Paskibraka tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan menaikkan dan menurunkan bendera.
“Yang paling penting adalah untuk apa setiap tahun ada pasukan pengibar bendera. Ini yang perlu kita renungkan bersama,” tuturnya.
Adhitia menilai keberadaan Paskibraka merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan kaderisasi kepemimpinan generasi muda. Terlebih, Kota Cimahi memiliki potensi bonus demografi dengan jumlah penduduk usia muda yang cukup besar.
“Cimahi mendapatkan bonus demografi dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Anak mudanya banyak, mulai dari yang masuk kategori angkatan kerja maupun yang masih pemula seperti adik-adik sekalian,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembinaan Paskibraka bertumpu pada dua hal utama, yakni character building atau pembentukan karakter dan kaderisasi kepemimpinan.
Menurutnya, proses pembinaan tersebut mampu membentuk generasi muda menjadi pribadi yang lebih sigap, bertanggung jawab, disiplin, serta memiliki arah dalam kehidupan.
“Kalau anak muda Kota Cimahi ingin berkontribusi positif dan kota ini ingin maju, maka kuncinya adalah character building dan kaderisasi kepemimpinan,” kata Adhitia.
Ia pun optimistis para anggota Paskibraka yang telah menyelesaikan tugasnya dapat menjadi calon pemimpin bangsa pada masa mendatang.
“Saya yakin adik-adik yang menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini suatu saat nanti pasti akan menjadi pemimpin di negeri ini,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Adhitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan izin, dukungan, serta merelakan anak-anak mereka mengikuti proses pembinaan Paskibraka.
“Terima kasih karena sudah merelakan, mengikhlaskan dan meridai anak-anaknya untuk digembleng, memiliki karakter yang lebih baik dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh tim pelatih yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan kesabaran dalam membina para anggota Paskibraka, termasuk di tengah penyesuaian efisiensi anggaran daerah.
Selain itu, Adhitia mengapresiasi dukungan fasilitas dari Pusdik Kompleks dan Batalyon Zipur III yang turut mendukung proses pembinaan para anggota Paskibraka.
“Ini sebuah keberuntungan bagi kita, keluarga Kota Cimahi, yang tinggal beririsan bersama keluarga besar TNI,” ujarnya.
Melalui malam ramah tamah tersebut, Pemkot Cimahi berharap nilai-nilai integritas, kedisiplinan, nasionalisme, dan kepemimpinan yang diperoleh selama proses pembinaan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para anggota Paskibraka dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter dan calon pemimpin masa depan.
**Fajar











