KUNINGAN || WARTAJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan memanfaatkan momentum khitanan massal dalam rangka Hari Jadi Kuningan ke-528 untuk memperkenalkan berbagai pembenahan yang tengah dilakukan di RSUD Linggajati Kuningan.
Kegiatan yang digelar Kamis (3/9/2026) tersebut diikuti 151 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan. Selain menjadi kegiatan sosial, khitanan massal itu menjadi momentum bagi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar untuk menyampaikan perkembangan RSUD Linggajati kepada masyarakat.
Dian mengatakan, pemilihan RSUD Linggajati sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa rumah sakit yang berada di wilayah utara Kuningan itu telah mengalami sejumlah pembenahan.
“Kenapa Pemda menyarankan kegiatan ini di Rumah Sakit Linggajati? Ini sebagai pengumuman kepada seluruh warga Kabupaten Kuningan bahwa rumah sakit RSUD Linggajati sekarang sudah berubah,” ujar Dian dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, perubahan tersebut mencakup pembenahan manajemen, penambahan tenaga dokter, serta peningkatan kelengkapan dan kualitas peralatan medis.
Bahkan, Dian menyebut fasilitas medis yang tersedia di RSUD Linggajati saat ini mampu bersaing dengan sejumlah rumah sakit besar.
“Peralatannya sekarang tidak kalah dengan rumah sakit-rumah sakit besar. Kemarin saya menerima bantuan peralatan modern,” katanya.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Dian menilai RSUD Linggajati memiliki potensi menjadi salah satu rumah sakit unggulan di Kabupaten Kuningan, sekaligus menjadi alternatif utama pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah utara.
Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan. Manajemen rumah sakit diminta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang maksimal, ramah, dan humanis.
“Manajemennya sudah diperbaiki, dokter-dokternya sudah ditambah, peralatannya semakin canggih. Saya instruksikan kepada Ibu Direktur supaya pelayanan paripurna,” tegasnya.
Dian juga mengingatkan bahwa kecanggihan fasilitas kesehatan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan dengan baik.
“Untuk apa alat-alatnya bagus kalau manajemennya, kalau SDM-nya tidak someah, tidak ramah?” katanya.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak ragu memanfaatkan pelayanan RSUD Linggajati ketika membutuhkan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah berharap berbagai pembenahan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut.
“Rumah Sakit Umum Linggajati menjadi salah satu alternatif utama di wilayah utara untuk kita berobat, untuk disembuhkan di sini,” ujar Dian.
Sementara itu, khitanan massal yang diikuti 151 anak tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milangkala Kuningan ke-528. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial, kesehatan, dan keagamaan.
Dian menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan, para donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ini bukan sekadar sunatan massal, bukan hanya seremonial. Mudah-mudahan kegiatan hari ini penuh keberkahan dan memberikan manfaat,” tuturnya.
Ia juga mendoakan seluruh peserta agar proses khitanan berjalan lancar, segera pulih, serta tumbuh menjadi anak-anak saleh yang kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kuningan berharap masyarakat tidak hanya mengenal RSUD Linggajati sebagai lokasi kegiatan sosial, tetapi juga mengetahui berbagai pembenahan yang tengah dilakukan untuk mewujudkan rumah sakit yang semakin modern, lengkap, serta tetap mengedepankan kualitas pelayanan.
**DEDI. J










