BANDUNG || WARTAJABAR.COM – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran dan Harmoni Kemenkum Peduli dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Soepomo, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan dipimpin Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Ferry Gunawan C., dan dihadiri Ketua DPW Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, serta para purnabakti Pengayoman.
Tasyakuran tidak hanya menjadi momentum ungkapan syukur dalam memperingati Hari Pengayoman, tetapi juga diisi dengan doa bersama bagi para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi Kemenkum Peduli serta penyerahan sertifikat Hak Cipta kepada masyarakat dan para pencipta karya sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan kekayaan intelektual.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Studi Cyber Law dan Transformasi Digital Universitas Padjadjaran (UNPAD), Dr. Tasya Safiranita, S.H., M.H., turut menyerahkan karya ilmiah kepada Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kanwil Kemenkum Jawa Barat.
Acara juga diisi dengan pemberian plakat apresiasi kepada BNI yang diterima Kepala Cabang KCP BNI Antapani Bandung, Nila Vestary.
Dalam sambutannya, Asep Sutandar menegaskan komitmen Kemenkum dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para kreator. Hal tersebut diwujudkan, salah satunya, melalui peluncuran Program Pencatatan Hak Cipta Gratis sebanyak 1.000 pencatatan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Menurut Asep, Jawa Barat memiliki potensi kekayaan intelektual yang sangat besar dan tersebar di berbagai bidang. Karena itu, fasilitasi dari negara diperlukan agar karya masyarakat tidak hanya mendapatkan perlindungan hukum, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara optimal.
“Jawa Barat memiliki potensi kekayaan intelektual yang sangat besar di berbagai bidang. Karena itu, fasilitasi dan perlindungan negara sangat penting agar karya-karya tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang maksimal,” ujarnya.
Puncak kegiatan tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun bagi pegawai yang lahir pada bulan Agustus. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan hiburan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
**Fajar











