BEKASI || WARTAJABAR.COM – Rapat warga di lingkungan RT 17/RW 17, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada hari Kamis (23/7/2026), berlangsung ricuh setelah muncul perbedaan pendapat terkait pengelolaan fasilitas umum (fasum), hasil pemilihan Ketua RT, hingga keberadaan lapo (warung) di kawasan Pasar Family Mart.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga menyampaikan keberatan terhadap dugaan pengelolaan hasil sewa warung dan pemanfaatan fasilitas umum di kawasan pasar. Warga mempertanyakan transparansi pengelolaan pendapatan dari penyewaan warung karena dinilai tidak masuk ke kas RT.
Selain itu, persoalan hasil pemilihan Ketua RT yang berlangsung beberapa waktu lalu juga kembali menjadi pembahasan. Sejumlah warga menyebut masih terdapat pihak yang belum menerima hasil pemilihan tersebut.
Salah satu warga yang disebut bernama Lenni dikabarkan mengkritisi jalannya pemerintahan RT dan mempertanyakan sejumlah kebijakan yang diambil pengurus lingkungan.
Perselisihan juga berkaitan dengan keberadaan sebuah lapo milik warga Batak yang disebut kerap menggelar kegiatan bernyanyi hingga larut malam. Sebagian warga mengaku merasa terganggu dan meminta agar bangunan tersebut ditertibkan. Namun, muncul anggapan bahwa pembongkaran hanya menyasar lapo tersebut, sehingga menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Ketua RT 17, Jhonn, disebut mendukung keberadaan lapo tersebut. Kondisi itu memunculkan dugaan dari sebagian warga bahwa persoalan lapo dijadikan alasan untuk menyudutkan kepemimpinan Ketua RT.
Ketegangan memuncak saat rapat warga digelar. Adu mulut terjadi antara sejumlah peserta rapat hingga suasana tidak lagi kondusif. Karena situasi semakin memanas, rapat akhirnya dibubarkan.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris RT bermarga Gultom berupaya memberikan penjelasan mengenai proses pemilihan Ketua RT dan pengelolaan iuran warga. Namun, penjelasan tersebut belum dapat diterima oleh sebagian peserta rapat sehingga perdebatan terus berlanjut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Pejuang maupun Kecamatan Medan Satria terkait polemik yang terjadi.
WARTAJABAR.COM juga masih berupaya mengonfirmasi Ketua RT, pihak kelurahan, serta warga yang menyampaikan keberatan agar pemberitaan berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
**Patihar











