KUNINGAN || WARTAJABAR.COM – Pembangunan Kabupaten Kuningan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, program pemerintah, maupun pembangunan infrastruktur. Di tengah akselerasi pembangunan melalui visi Kuningan Melesat, penguatan karakter dan akhlak masyarakat dinilai menjadi fondasi yang tidak kalah penting.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Syiarul Islam Kuningan itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), alim ulama, sesepuh, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata dapat diukur dari banyaknya proyek fisik atau capaian indikator ekonomi. Menurutnya, ukuran paling penting dari pembangunan adalah perubahan terhadap kualitas kehidupan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya soal jalan, gedung, angka pertumbuhan ekonomi, atau berbagai program pemerintah. Pembangunan pada akhirnya adalah tentang manusia,” ujar Bupati Dian.
Ia menjelaskan, pembangunan dapat dikatakan berhasil apabila masyarakat memperoleh akses pendidikan yang baik, orang tua dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan bermartabat, serta kepedulian sosial tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Dian, cara pandang tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Kuningan melalui visi Kuningan Melesat. Namun, percepatan pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan karakter.
“Kuningan Melesat tidak cukup hanya dibangun dengan kebijakan dan program, tetapi juga harus dibangun dengan akhlak,” tegasnya.
Akhlak Harus Menjadi Budaya
Bupati Dian menilai akhlak tidak boleh berhenti sebagai nilai yang hanya disampaikan dalam kegiatan keagamaan. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Bagi aparatur pemerintah, kata dia, akhlak tercermin melalui integritas dan pelayanan kepada masyarakat. Bagi seorang pemimpin, akhlak diwujudkan dengan menjaga amanah. Sedangkan bagi dunia usaha dan masyarakat, akhlak dapat diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian, serta sikap saling menghormati.
“Jika akhlak itu tumbuh, Insya Allah pembangunan akan memiliki jiwa,” imbuhnya.
Perbedaan Jangan Memutus Persaudaraan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyoroti tantangan kehidupan sosial di tengah perkembangan teknologi dan media digital.
Perbedaan pilihan politik maupun pandangan personal, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia mengajak masyarakat mengambil keteladanan dari kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal mampu mengayomi kelompok yang lemah, membangun persaudaraan, serta menghadapi perbedaan dengan sikap bijaksana.
“Kalau ada yang berbeda, jangan buru-buru dimusuhi. Kalau ada yang salah, jangan buru-buru dihina. Kalau ada yang lemah, jangan ditinggalkan,” pesannya.
Dian menilai kekuatan masyarakat bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan persoalan, tetapi juga oleh cara menyelesaikan persoalan tersebut tanpa mengorbankan persaudaraan dan rasa kemanusiaan.
Karena itu, ia mendorong budaya musyawarah tetap dikedepankan ketika terjadi perbedaan di tengah masyarakat. Kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Persaudaraan harus kita jaga. Jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan rasa kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Turut hadir Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua MUI, pimpinan instansi vertikal, serta ratusan jemaah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan Ustadz Saeful Hidayat, SQ., M.Pd.I.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap keteladanan Rasulullah SAW semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan Kuningan diharapkan tidak hanya melahirkan kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga membentuk masyarakat yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta menjunjung tinggi nilai akhlak dan persaudaraan.
**DEDI. J










